banner 728x250

Sejarah Desa Cipasung Termasuk Destinasi Wisata Alam Kawasan Waduk Darma

banner 468x60

KUNINGAN – Mengenal Desa Cipasung lebih dalam ternyata memiliki sejarah tersendiri. “Berdasarkan keterangan tertulis yang sudah dibukukan hingga terjadi rutinitas acara desa. Desa Cipasung berdiri sejak 1776 sebelum jaman kemerdekaan,” kata Dani Hamdani yang juga Kepala Desa Cipasung saat mengulas sejarah desa setempat, Selasa (25/11/2025).
Mengenai kata Cipasung sendiri, kata Dani Hamdani mengungkap bahwa nama itu terdapat pada tumbuhan endemik daerah setempat. “Untuk nama Cipasung. Emang dari nama Pohon Pasung sebagai pohon endemik di desa kami,” katanya.
Sedang, untuk Ci memiliki harfiah lingkungan secara kesukuan adalah air. “Ya, untuk penanaman daerah di Suku Sunda, identik dengan Ci dan itu biasanya terdapat sumber penghidupan bagi lingkungan karena ada sebuah mata air,” ujarnya.
Sehingga untuk nama Cipasung itu berdasar pada kedaerahan yang memiliki pohon pasung yang terdapat mata air. “Untuk nama Cipasung itu dari pohon pasung yang memiliki mata air,” katanya.
Kemudian, kata Dani mengungkap bahwa dalam riwayat tertulis kepala desa pertama bernama Rangga Pasung. “Untuk kades Cipasung pertama itu bernama Rangga Pasung. Jadi, penanaman Cipasung itu banyak kaitan dengan kejadian masa lalu hingga menjadi sejarah,” katanya.
Desa Cipasung yang memiliki mayoritas pemeluk agama Islam, di dukung dengan jumlah rumah ibadah yang berada di beberapa lingkungan penduduk sekitar. “Rumah ibadah ada 30 bangunan, diantaranya 3 masjid jami dan 27 musola atau tajuh,” kata Dani lagi.
Sedang untuk jumlah jiwa itu sekitar seribuan hak pilih yang diketahui saat pesta demokrasi. “Kalau jumlah hak pilih desa kami ada seribuan lebih. Kemudian, secara status warga bermacam-macam. Ada yang merantau, petani kebun dan petani ikan jaring apung. Terus sisanya ada pegawai pemerintah,” katanya. (*)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *