banner 728x250
Ragam  

Puluhan Siswa di Cirebon Alami Gejala Keracunan, Makanan MBG Disebut Berasal dari Kuningan

banner 468x60

KUNINGAN – Puluhan siswa sekolah dasar di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, mengalami gejala mual dan diare usai mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan pada Kamis (27/11/2025). Total penerima manfaat yang terdampak diperkirakan mencapai 74 orang, termasuk beberapa warga dewasa yang turut mencicipi makanan tersebut.

Para siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Sedong dan Puskesmas Kamarang. Informasi awal menyebutkan seluruh suplai makanan MBG di wilayah Sedong pada hari kejadian berasal dari dapur SPPG Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan.Ketua Satgas MBG Kabupaten Kuningan, U Kusmana S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa pihaknya sudah meminta laporan resmi dari Korwil SPPI sebagai dasar penanganan.

Example 300x600

“Satgas MBG tadi pagi sudah meminta surat resmi dari Korwil SPPI, namun sampai saat ini masih laporan secara lisan. Kenapa surat resmi? Karena harus ada legal standing-nya dan akan ditindak secara tegas oleh satgas,” katanya.

Dari pihak SPPI, Korwil Kabupaten Kuningan Nisa Rahmi menjelaskan kronologi operasional dapur MBG pada hari distribusi. Ia mengungkapkan adanya indikasi kejadian menonjol sehingga dirinya langsung melakukan pengecekan di SPPG.

“Tadi pagi saya sudah ke SPPG, sementara kami masih menunggu hasil lab,” ujarnya.

Menurut penjelasannya, proses memasak kloter kedua dimulai pagi hari dan selesai sekitar pukul 07.00. Makanan kemudian didinginkan, dipacking, dan sampai di sekolah pada pukul 09.40. Uji tester dilakukan pukul 10.00, sebelum akhirnya makanan dikonsumsi siswa pada waktu yang sama. Food tray dikembalikan ke petugas SPPG sekitar pukul 11.00. Dari hasil penelusuran, sebagian siswa diketahui membawa pulang makanan tersebut dan kembali mengonsumsinya pada sore harinya.

Nisa menegaskan bahwa membawa pulang makanan MBG merupakan pelanggaran SOP.

“Pihak SPPG sudah menghimbau dan mensosialisasikan bahwa menu MBG tidak diperbolehkan dibawa pulang, bahkan sebelum kejadian ini,” ujarnya.

Menindaklanjuti insiden tersebut, operasional SPPG dihentikan sementara hingga terbitnya surat perintah operasional dari BGN.

Di sisi lain, U Kusmana juga menyoroti adanya penerima manfaat di luar wilayah Kuningan. Ia menyebut hal itu disayangkan mengingat masih ada warga Kuningan yang belum mendapatkan jatah MBG secara merata. Seluruh laporan, baik terkait dugaan keracunan maupun distribusi lintas daerah, akan ditindaklanjuti setelah laporan resmi diterima.

Hingga saat ini, para siswa dan penerima manfaat lain yang terdampak telah mendapatkan pengobatan dan menjalani perawatan jalan. Satgas MBG masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (Arip)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *